pUASA kHUSYUK iTU bOLEH, aSAL…
Gue udah sering mendengar bagaimana perlakuan sekelompok
orang terhadap pedagang-pedagang yang memang mejajakan makanan dan minuman
beberapa jam sebelum berbuka puasa.Gue sendiri pernah menyaksikan aksi brutal
FPI saat kuliah di Yogyakarta 6 tahun yang lalu.
Seorang teman juga pernah menceritakan aksi FPI sekitar 2 tahun lalu di
Pekanbaru yang mengambil paksa kursi dan meja salah satu rumah makan yang
pintunya terbuka sedikit, alias tetap buka, tapi sengaja “ditutup-tutupi”!
Gue sendiri bukan seorang muslim. Gue Buddhis. Mestinya
pengetahuan gue tentang makna berpuasa sangat minim. Kalau boleh jujur, tapi yah, begini nih pendapatku, berpuasa itu setidaknya untuk mengontrol hawa nafsu
pribadi, mulai dari keinginan makan yang berlebihan, sampai keinginan untuk
berbuat jahat. Namanya aja kontrol pribadi, semestinya tidak mengontrol
hal-hal yang berada di luar diri pribadi sendiri, misalnya melarang orang
berjualan, yang parahnya, tidak peduli apakah nafkah orang tersebut telah terpenuhi atau
tidak.
Betapa amat mencengangkan ketika teman yang lain bercerita
tentang pengalamannya di Negara tetangga
kita, Malaysia, saat tour bersama teman2 kantor. Semua dah pada tahu donk, kalo Malaysia itu negara Muslim. Asal tahu aja, semua restoran, tempat makan, dan kafe
buka seperti hari biasa. Kalaupun ada toko yang dengan terang-terangan
menjajakan makanan yang non halal (baca : B*B*), tidak ada satupun toko
tersebut yang mencoba menutupi dagangannya dengan spanduk iklan rokok, atau kain apalah, whatever… Saat bersantap di salah satu
restoran di Kuala Lumpur,
beberapa polisi masuk dan merazia seluruh tamu restoran. Yang ketahuan ber-KTP
Islam, ditangkap dan mestinya dihukum sesuai undang-undang di Malaysia.
Sedangkan kepada teman gue, dan mayoritas pengunjung restoran yang bukan
muslim, termasuk para wisatawan, polisinya memberi salam seraya meminta maaf
atas ketidaknyamanan para pengunjung, dan mempersilahkan mereka untuk
melanjutkan acara bersantapnya. Wuihh, saluttt, bok.. Bayangin… betapa toleransinya masyarakat muslim terhadap non-Muslim di Malaysia, yang sudah tentu didukung pemerintah sono…
Memang tidak semua kota di Indonesia yang mengalami peristiwa seperti
penuturan teman gue di atas, atau seperti pemaparan Sdr. Riyadi dari Yogyakarta di Kompas Cyber Media pada tanggal 29
September 2007, tentang perbuatan FPI di Ciamis, Jawa Bara. But…at My Town, Medan, tidak terdengar tindakan
brutal sekelompok orang yang mengatasnamakan “kemurnian berpuasa”. Mestinya pemerintah
kita tuh bisa mengadaptasi undang-undang Negara tetangga kita, Malaysia, dalam
upaya mengontrol orang Muslim di bulan Ramadhan, kalau memang msyarakat muslim
kita mau dikontrol seperti itu.
Puasa khusyuk itu boleh, tapi… koq masih ngontrol
orang lain, wong ngontrol diri sendiri aja susah…
October 3rd, 2007 at 9:02 am
enak dibaca bud, asik, singkat tapi padat…