Makassar… Kota Paru Basah
Makassar, Kota Palu Basa…
Biasa aja… Itu kesan pertama saat gue memandang kota Makassar dari jendela taksi yang mengantar rombongan gue ke Hotel Aryaduta. Di sana sini masih lumayan banyak infrastruktur kota yang masih dalam tahap pembangunan. Hampir aja gue tertidur kalo aja tidak ada bangunan kelenteng yang mengundang rasa ingin tahu gue. Oi, ternyata daerah yang baru gue lewati adalah china town-nya Makassar. Sekelompok anak bermain dengan riang di depan ruko yang sepi, sementara di ujung jalan yang lain terlihat a cek – a cek duduk di depan rumahnya dengan sebatang rokok di tangan. Ahh… lumayan terasa suasana santai di setiap sudut kota, walau belum kayak Djogja saat gue masih kuliah di sono.
Hmm… sajian apel, jeruk, pear dan pisang terlihat di meja tamu di ruangan bernomor 628 tempat gue menghabiskan 7 malam bersama dengan atasan gue. Aha… Sajian standar yang biasanya hanya ditawarkan oleh hotel berbintang lima. Ngg… Kalo begitu, tentunya spa… sauna… dan massage…, dalam sekejap jari gue udah menekan tuts telepon ke receptionist. Gue udah membayangkan, betapa nikmatnya bersama rombongan ngobrol di kolam spa dan bercana ria di bilik sauna. Betapa kecewanya gue saat pihak hotel mengatakan tidak ada fasilitas spa dan sauna. Hanya ada kolam renang kecil dan massage yang hanya dilayani ibu-ibu yang udah tua… Wew…! Dan… Lengkaplah kekecewaan gue saat mengetahui bahwa layanan WiFi di lobby hotel juga tidak ada, alias harus bayar. Macam mana pula hotel berbintang lima ini? Barulah gue mengerti, setelah dijelaskan panitia, ternyata keabsahan status bintang lima di Imperial Aryaduta Hotel (begitu tertulis di halaman depan) di Makassar belom jelas. Weleh… pantes aja, emang tidak terlihat logo bintangnya di setiap item yang bertuliskan Aryaduta Hotel. Tetapi untuk pelayanan yahng lain, hotel ini udah setingkat dengan hotel bintang lima yang lain.
Gue ndak akan cerita meeting dan acara gue selama di sono, tetapi ada satu yang pengen gue share ke teman-teman, yaitu seminar motivasi yang dibawa oleh Mario Teguh, salah seorang motivator terkemuka di Jakarta. Beliau bilang, “Berfokuslah pada keinginan yang satu untuk memenuhi keinginan yang lain”. Gue jadi teringat sobat gue, Kandar (Hi, Bro… dah lebih 10 hari kita ndak keluar bareng), yang pengen menulis novel sebelum tahun 2008 berakhir. Yakin deh, lo pasti bisa. Si Mario juga bilang, target pribadilah yang menjadi tolok ukur, bukan target perusahaan, so…. You must ready to fail “BIG”! Ndak apa2 kalo you don’t love your job, but the most important is, you love what you do! Intinya adalah work hard, no matter you’re not smart! (kayaknya lo dah smart deh, so tunggu apalagi, Bro?)
Oh ya, ada satu lagi nih, pengalaman yang sungguh2 tak terlupakan saat berada di sebuah pulau (gue lupa namanya) yang berjarak ½ jam dari Kota Pelabuhan Losari. Saat lagi outbond sesi terakhir, salah satu jari kaki gue mnyentuh bulu babi… Walann… sakitnya minta ampun! Herannya, obat yang paling mujarab adalah, memukul kuat ke arah bekas tusukannya agar duri sempat masuk menjadi hancur di dalam. (semula gue ndak percaya sama sekali bisa sembuh dengan cara kayak gibi). Sampai jari kaki gue berangsur2 tidak sakit hanya dalam waktu 1-2 jam, gue baru bener2 percaya. Bekas yang tadinya berbentuk memanjang, saat itu menjadi bulat, yang menandakan duri yang telah hancur. Besoknya udah ndak ada jejak lagi. Bener2 bersih dan bebas dari sakit! Percaya ndak lo, Dar?
Selebihnya, ndak ada yang menarik untuk diceritaiin. Paling-paling, yang menarik perhatian gue adalah saat malam minggu, dimana banyaaaak banget masyarakat yang berduyun-duyun menuju pelataran Pelabuhan Losari. Kayaknya lebih dari setengah penduduk Makassar hadir di sono. Ada yang bergerombol, ada yang bersama keluarga, dan paling banyak yang berpacaran Sial banget, kamera ixus i7 gue rusak, padahal baru diambil 2 bulan lalu. Shit!
Kayaknya udah deh, yang pengen gue sampaiin. Dah ngantuk! Kalo ada kota lain yang layak diceritaain saat gue dinas, pasti gue comment deh!!
See ya, dan tetep semangat !!!!
July 26th, 2007 at 7:30 am
ini lebih mirip surat pribadi buat gw bud…
wah gmana nih ixus rusak lagi, wah kecewa nih…
novel gw rencananya bukan akhir 2008 tapi akhir 2009…jadi 2 taun nulisnya…wah ngasih waktu buat nyali sendiri deh ;P
ok deh bro gw tunggu cerita lengkapnyatar kalo dah ngumpul aja…