Archive for March, 2007

Mungkinkah Menghapus Kewarganegaraan Seseorang yang telah Meninggal 62 tahun yang lalu?

Friday, March 16th, 2007

Jawabannya Mungkin !!

Baru-baru ini, seorang diktator "terkejam" yang pernah hidup di muka bumi ini, Adolf Hitler, tengah diusulkan untuk dicabut kewarganegaraannya oleh petinggi di Kota Brauncschweig. Kota yang berada di Jerman ini berupaya untuk menghapus kewarganegaraan Hitler melalui mosi yang telah diupayakan berkali-kali disetujui pemerintah.

Gila ya? Tapi yah begitulah…. Orang yang pernah dijuluki "iblis" kemungkinan besar bakalan dikejar-kejar terus menerus. Tidak jelas maksud dibalik semua ini, mungkin penguasa di Kota Brauncschweig berniat menghapus jejak yang pernah ditoreh Hitler di kota tersebut, sehingga bayang-bayang kekejian yang diciptakan seorang Hitler di kota itu bisa dilenyapkan. Yah, kayak tradisi menghilangkan suatu penyakit dengan membakar kertas berisi "mantera" lalu diminum. Ndak ada hubungannya kan? Kenangan akan tindakan seseorang seharusnya tidak bisa dihilangkan dengan cara demikian

Sepintas tentang Hitler, aku sih ndak begitu nguasain biografinya. Hanya saja, yang selalu terketuk di benakku adalah, salahkan tindakan Hitler yang merupakan pengompor Perang Dunia II? Kenapa dengan dia? Kalo ada yang bilang dia dirasuki iblis, atau dia dikirim oelh iblis untuk menguasai dunia, atau bla…bla…bla… kayak gitu, oooohh…c’mon man…. BULL SHIT!

Aku hanya yakin, sesuatu terjadi karena suatu sebab, sekaligus sebagai akibat dari sesuatu, atau bahkan keduanya. Hhhh…!

Pasca Perang Dunia I menjadikan negara Jerman sebagai penjahat perang dan harus membayar kerugian yang disebabkan perang tersebut. Ekonomi di Jerman saat itu hancur, melebihi yang pernah terjadi di Indonesia. Ada yang pernah bercerita bahwa saat itu, orang lebih memilih mengambil "keranjang" yang di dalamnya berisi penuh dengan Mark-nya Jerman, daripada mengambil "isinya". Bayangkan, man… keranjang bambu lebih berharga daripada setumpuk uang??

Adalah Hitler, yang mengambil kewarganegaraan Jerman di Kota Brauncschweig pada tahun 1932, yang sebelumnya berwarga negara Austria, terketuk nuraninya untuk memperbaiki keadaan Jerman pada saat itu. Yang jelas, dengan mengandalkan kedudukannya yang cukup tinggi dan elit di pemerintahan dan menguasai militer Jerman, Hitler berhasil melakukan kudeta dan mencapai kedudukan tertinggi di Jerman. Tapi, sayangnya, seiring keberhasilannya memulihkan keadaan di negerinya, ambisinya kian menjadi-jadi, dan puncaknya membuatnya menjadi arogan, diktator dan tanpa ampun.

Dari sini, aku tidak begitu tahu tentang sejarahnya. Yang jelas, setahun setelah kematiannya, di tahun 1946, Kota Brauncschweig mencoba untuk mencabut kewarganegaraannya, yang nyatanya, sampai sekarang tidak berhasil. "Mati ya mati…. Anda tidak bisa mengambil apa-apa lagi darinya!", begitulah komentar dari pejabat yang enggan menyebutkan namanya di Kementerian Kehakiman Lower Saxony.

Setuju…!!!!!

So, benarkah Hitler utusan dari "Iblis"?????

Bandingkan dengan penguasa kita, dari zaman kemerdekaan sampai sekarang !!!! :) Ada ndak persamaannya??

Moga aja, Indonesia tercinta kita ini ndak seperti Jerman di masa lalu, sehingga melengkapi nubuat yang pernah dibuat Jayabaya, bahwa akan lahir seorang "RATU ADIL" yang siap mengambil alih negara kita dari keterpurukan.

Who knows??

Note : Ingat, pernah ada pemberontakan Ratu Adil di Indonesia, lupa tuh kapan dan dimana, buka aja buku sejarah kelas 2 smp, edisi tahun 1993 :P

Idupin Lampu Motor at Sun Rise….

Tuesday, March 13th, 2007

Weleh..weleh…. Setelah Kota-kota besar kayak Jakarte, Surabaya Pekanbaru, en Batam (cuman kota-kota ini yang aku kunjungin 3 bulan silam, yang lain ndak tahu), akhirnya…….. Kepolisian Medan menganjurkan untuk membuka lampu depan sepeda motor yang melintas di jalan seterang-terangnya bukan pada malam hari…

Aku sendiri baru tadi pagi, tepatnya tanggal 13 Maret, me-launch-ing policy baru ini sepanjang jalan dari rumah menuju kantor.. Sebenarnya ada gunanya ndak sih kayak gitu? Sepintas, emang rasa-rasanya kagak ada gunanya yach.. Tapi masak sih, orang-orang di kepolisian pada bego menyuruh tiap motor yang melintas di depan hidung mereka untuk membuka lampu?

Coba dipikir nih, kita macam ndak tahu perilaku berkendara roda 2 di Indonesia yang serrrram-pangan aja ( juga ada sih sebagian yang berkendara roda lebih dari 2 yang ugal2an kayak gitu). Terobos lampu merah dah biasa…., motor menyeberang dengan cuek dan santainya dah jadi pemandangan sehari-hari…, belum lagi supir yang tiap hari "terapi kejut" karna ada motor yang nyelonong tanpa suara di samping badan mobil (terang donk ndak ada suara.. kan ruangan ac, musik berdebum2 sampe terdengar pengendara motor yang berjarak 3 tombak dan ber-helmet full face). Ini belum termasuk pengendara angkot yang nyupir macam jalan moyangnya aja (kadang ke kiri-tengah-kanan, terus balik ke tengah-kiri-kanan, terus… itung aja sendiri combinasi angkanya pake rumus permutasi matematika).

Nah..kembali ke laptop…. Jadi maksudnya… menghidupkan lampu motor di waktu terang berguna banget di jalan. Bayangin saat kita nyupir nih, sambil dengerin lagu "Blind MAn"-nya Aerosmith pake subwoofer 10" - effect stereo X2, mata kita kemungkinan besar tetep bisa nangkep sensor cahaya dari spion yang terpantul dari cahaya lampu depan motor. so, kitanya pasti jadi carrefour, eh..maksudnya careful kan? Terus kalo dari arah depan, terkadang bisa aja ada motor yang tiba2 nyelonong (sebelumnya tak nampak, yang mungkin terhalang mobil lain), kita bisa lebih siap memperlambat laju kendaraan kita, atau menghindar, lantaran ada kontak antara mata dengan sensor cahaya (ingat kecepatan cahaya 300.000 km/detik, dan sudah cukup untuk mengetuk otak kita agar bertindak lebih cepat secara sadar)

Nah… udah tahu kan manfaatnya??? Maka…wahai para pengendara sepeda motor dua dimana pun anda berada, mulai lah dari sekarang untuk mendukung policy dari kepolisian indonesia, dengan membuka lampu depan motor anda. Sekedar info, sebenarnya kita ini dah ketinggalan jauh dari negara tetangga, Thailand. Semua unit sepeda motor nang kono wis rak ono saklar on-off untuk membuka lampu depan motor. Begitu motor distater atau diengkol, brmm…brrmm… instrumen lampu langsung hidup, bersamaan dengan derungan motor. Nah..loe..!!??!

Terus, mungkin ada yang nanya, mana buktinya?? Speak with data.. OK, tak kasih. Beberapa bulan yang lalu, saat gue menghadiri meeting keselamatan berkendara di Jakarta (gini-gini aku instruktur safety riding yang disertifikasi loh, hehehe..walalupun setelah ditraining, pernah jatuh 3 x… duh maluuunya…), ada diinfokan berdasarkan data dari kepolisian, bahwa terjadi penurunan kecelakaan yang disebabkan kendaraan bermotor sebesar 30% dibandingkan kondisi sebelum diberlakukan policy tersebut. Cukup gede loh pengaruhnya…..!! Sebagai bahan pertimbangan, dari data kepolisian juga (tidak termasuk yang tidak dilaporkan), setiap hari, sebanyak kira-kira 26 orang di Indonesia pada tahun 2003, mati di jalan. Waw…..!!!!

Gue sendiri, sekarang lagi belajar bersabar untuk mendahulukan mobil/motor/orang (kecuali binatang, hehehe…kidding..) agar lewat lebih dulu. Percaya deh, ini sangat membantu dalam melatih diri kita menuju keselamatan berkendara yang aman dan nyaman di jalan.

Akhirnya, renungan penutup untuk blog ini :

"Sudah berapa kali kah kita, atas kemauan sendiri, membiarkan orang lain melintas/melewati lajur kita lebih dulu, selama ini??"

SALAM….   :-)

Idupin Lampu Motor at Sun Rise….

Tuesday, March 13th, 2007

Weleh..weleh…. Setelah Kota-kota besar kayak Jakarte, Surabaya Pekanbaru, en Batam (cuman kota-kota ini yang aku kunjungin 3 bulan silam, yang lain ndak tahu), akhirnya…….. Kepolisian Medan menganjurkan untuk membuka lampu depan sepeda motor yang melintas di jalan seterang-terangnya bukan pada malam hari…

Aku sendiri baru tadi pagi, tepatnya tanggal 13 Maret, me-launch-ing policy baru ini sepanjang jalan dari rumah menuju kantor.. Sebenarnya ada gunanya ndak sih kayak gitu? Sepintas, emang rasa-rasanya kagak ada gunanya yach.. Tapi masak sih, orang-orang di kepolisian pada bego menyuruh tiap motor yang melintas di depan hidung mereka untuk membuka lampu?

Coba dipikir nih, kita macam ndak tahu perilaku berkendara roda 2 di Indonesia yang serrrram-pangan aja ( juga ada sih sebagian yang berkendara roda lebih dari 2 yang ugal2an kayak gitu). Terobos lampu merah dah biasa…., motor menyeberang dengan cuek dan santainya dah jadi pemandangan sehari-hari…, belum lagi supir yang tiap hari "terapi kejut" karna ada motor yang nyelonong tanpa suara di samping badan mobil (terang donk ndak ada suara.. kan ruangan ac, musik berdebum2 sampe terdengar pengendara motor yang berjarak 3 tombak dan ber-helmet full face). Ini belum termasuk pengendara angkot yang nyupir macam jalan moyangnya aja (kadang ke kiri-tengah-kanan, terus balik ke tengah-kiri-kanan, terus… itung aja sendiri combinasi angkanya pake rumus permutasi matematika).

Nah..kembali ke laptop…. Jadi maksudnya… menghidupkan lampu motor di waktu terang berguna banget di jalan. Bayangin saat kita nyupir nih, sambil dengerin lagu "Blind MAn"-nya Aerosmith pake subwoofer 10" - effect stereo X2, mata kita kemungkinan besar tetep bisa nangkep sensor cahaya dari spion yang terpantul dari cahaya lampu depan motor. so, kitanya pasti jadi carrefour, eh..maksudnya careful kan? Terus kalo dari arah depan, terkadang bisa aja ada motor yang tiba2 nyelonong (sebelumnya tak nampak, yang mungkin terhalang mobil lain), kita bisa lebih siap memperlambat laju kendaraan kita, atau menghindar, lantaran ada kontak antara mata dengan sensor cahaya (ingat kecepatan cahaya 300.000 km/detik, dan sudah cukup untuk mengetuk otak kita agar bertindak lebih cepat secara sadar)

Nah… udah tahu kan manfaatnya??? Maka…wahai para pengendara sepeda motor dua dimana pun anda berada, mulai lah dari sekarang untuk mendukung policy dari kepolisian indonesia, dengan membuka lampu depan motor anda. Sekedar info, sebenarnya kita ini dah ketinggalan jauh dari negara tetangga, Thailand. Semua unit sepeda motor nang kono wis rak ono saklar on-off untuk membuka lampu depan motor. Begitu motor distater atau diengkol, brmm…brrmm… instrumen lampu langsung hidup, bersamaan dengan derungan motor. Nah..loe..!!??!

Terus, mungkin ada yang nanya, mana buktinya?? Speak with data.. OK, tak kasih. Beberapa bulan yang lalu, saat gue menghadiri meeting keselamatan berkendara di Jakarta (gini-gini aku instruktur safety riding yang disertifikasi loh, hehehe..walalupun setelah ditraining, pernah jatuh 3 x… duh maluuunya…), ada diinfokan berdasarkan data dari kepolisian, bahwa terjadi penurunan kecelakaan yang disebabkan kendaraan bermotor sebesar 30% dibandingkan kondisi sebelum diberlakukan policy tersebut. Cukup gede loh pengaruhnya…..!! Sebagai bahan pertimbangan, dari data kepolisian juga (tidak termasuk yang tidak dilaporkan), setiap hari, sebanyak kira-kira 26 orang di Indonesia pada tahun 2003, mati di jalan. Waw…..!!!!

Gue sendiri, sekarang lagi belajar bersabar untuk mendahulukan mobil/motor/orang (kecuali binatang, hehehe…kidding..) agar lewat lebih dulu. Percaya deh, ini sangat membantu dalam melatih diri kita menuju keselamatan berkendara yang aman dan nyaman di jalan.

Akhirnya, renungan penutup untuk blog ini :

"Sudah berapa kali kah kita, atas kemauan sendiri, membiarkan orang lain melintas/melewati lajur kita lebih dulu, selama ini??"

SALAM….   :-)